PONTIANAK – Kontingen Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Pontianak yang beranggotakan 83 orang siap mengikuti Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) PGRI Tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026 di Kota Singkawang. Keberangkatan para peserta dilepas secara resmi oleh Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono pada Senin (2/11/2026).
Para wakil Kota Pontianak akan berkompetisi dalam 11 cabang lomba. Cabang-cabang tersebut terdiri atas tiga bidang pembelajaran, empat bidang seni, serta empat bidang olahraga. Edi menargetkan kontingen mampu memberikan penampilan terbaik dan meraih gelar juara umum.
“Selamat bertanding. Saya yakin bapak dan ibu sudah mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik sehingga bisa mendapatkan hasil terbaik. Tentunya kita berharap Kota Pontianak bisa menjadi juara umum,” ujarnya.
Potensi Guru di Luar Bidang Akademik
Edi menilai partisipasi dalam Porsenijar memperlihatkan bahwa para pendidik bukan hanya memiliki kemampuan akademik dan pembelajaran. Guru juga mempunyai potensi olahraga serta seni yang dapat terus diasah. Ajang tersebut menjadi wadah untuk menyalurkan kreativitas dan keterampilan di luar kegiatan mengajar sehari-hari.
“Selain memiliki tugas sebagai guru untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Pontianak, bapak dan ibu juga memiliki talenta olahraga dan seni. Ini menjadi kekuatan kita dalam membangun negeri, salah satunya melalui perlombaan dan pertandingan di tingkat provinsi, bahkan mungkin nanti sampai tingkat nasional,” jelasnya.
Ia meminta peserta menjaga keseimbangan antara kewajiban mengajar, latihan, dan waktu istirahat. Kondisi fisik perlu dipelihara agar mereka dapat tampil optimal selama perlombaan. Menurut Edi, disiplin mencakup konsistensi latihan, pengaturan jadwal, kecukupan istirahat, dan upaya menjaga kebugaran.
“Kalau ingin berprestasi, yang paling pertama adalah disiplin. Bagaimana kita mengatur jadwal latihan, tetap menjalankan tugas mengajar, dan memiliki waktu istirahat yang cukup. Semua itu harus dijaga agar bisa tampil maksimal,” pesannya.
Dorong Dukungan Anggaran yang Terstruktur
Edi juga menekankan perlunya dukungan berkelanjutan bagi penyelenggaraan Porsenijar PGRI. Karena kegiatan ini telah menjadi agenda tahunan, pembiayaan kontingen diharapkan bisa disusun melalui mekanisme anggaran yang lebih terstruktur. Dukungan bagi kegiatan pembelajaran, olahraga, dan seni guru dapat dipertimbangkan melalui program pembinaan maupun bantuan yang tetap mengikuti ketentuan.
“Porsenijar ini sudah menjadi agenda tetap setiap tahun. Saya berharap bisa dipikirkan bagaimana mendukungnya melalui anggaran rutin. Mungkin dari PGRI dapat menyusun program yang bisa masuk dalam skema hibah atau mekanisme lainnya,” terangnya.
Selain mengejar kemenangan, Edi berharap Porsenijar menjadi sarana untuk memperkuat persaudaraan antarguru dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Barat. Para pendidik juga dapat bertukar pengalaman serta menunjukkan sportivitas dan kreativitas melalui kegiatan tersebut.